Senin, 26 November 2012

BIOGRAFI/PROFIL SUHAEMI



SUHAEMI...BINTANG DI BALIK LAGU LAGU QASIDAH


Pertengahan tahun 80-an, lagu KOTA SANTRI yang di bawakan oleh group qasidah dari Semarang,begitu akrabnya di telinga masyarakat, namun barangkali tidak semua orang tahu, dari benak siapa lagu itu lahir. Keberadaan pengarang lagu memang biasanya tenggelam oleh syahdunya musik dan ketenaran pelantunnya. Ini pula yang di alami oleh SUHAEMI, pencipta andal lagu lagu qasidah.

Lagu KOTA SANTRI itu hingga kini di cetak dalam 12 bahasa dengan berbagai jenis musik diantanya dangdut,jawa,disco,keroncong,pop dan sebagainya

lagu lagu Suhaemi yang juga populer antara lain ADA UBI ADA TALAS, MASITOH INDONESIA,PONDOK PESANTREN,ULAMA DAN UMARO,AZAN DI BULAN, ASYIK SANTAI,PANTUN GEMBIRA,JANGAN MERAYU,ABAD MODEREN,NASEHAT PERGAULAN,BALADA WALI SONGO,BUAH KULDI,REMAJA UTUH,MELANGKAH MASA REMAJA,SERBA SALAH dan masih banyak lagi lagu lagu ciptaan beliau.

Perkenalan dengan dunia musik di mulai sejak tahun 1955,karena tradisi rebana di kampungnya KALIWUNGU,KENDAL, JAWA TENGAH,keterlibatannya terlihat semakin intens,manakala beliau menjadi juara 2 festival Dendang Melayu se-Jawa Tengah tahun 1958, dan juara 1 tahun 1960, sejak saat itu beliau banyak menggeluti dunia vocal. Ketenaran namanya membawa laki laki kelahiran Kaliwungu20 Agustus 1940 ini masuk dapur rekaman dan mencipta lagu bersama group Nasyida Ria Semarang dengan lagu PERGI MENGAJI yang di lantunkan vocalis Alfiyah, bersamaan dengan itu juga terlibat dengan beberapa group qasidah dan group tradisional di kampung kelahirannya, juga di semarang, pekalongan bahkan surabaya. Hingga sampai saat ini sudah 280 lagu yang lahir dari kepekaan imajinasinya, meski demikian beliau enggan di sebut pencipta lagu apalagi disebut KOMPONIS, sebab memang tidak pernah bercita cita kesana, ''Niat saya hanya andil dalam syiar Islam karena kemampuan yang ada di diri saya adalah anugrah dari Allah Swt, ujarnya. Nampaknya ini berkaitan dengan cita citanya yang tidak kesampaian menjadi muballig, ia merasa lemah dalam menghapal ayat ayat Alquran dan hadits. Jadilah beliau berdakwah lewat SENI QASIDAH, karena keinginannya untuk syiar Islam terus menggelora di dalam kallbu beliau.

Terdorong keinginan kuat untuk berbuat demi kebaikan agamanya, lagu lagu buah karya kakek 6 cucu ini selalu mensisipkan ayat ayat Alquran, ide dasar lagunyapun selalu berdasar Alquran dan hadits, bukan yang lain. Ilhamnya datang saat bepergian atau melihat dan mendengar sesuatu, yang sepele sekalipun. Misalnya untuk membuat lagu lagu remaja, beliau berusaha banyak bergaul dan bercanda dengan kawula muda di sekitar rumahnya. Lagu KOTA SANTRI lahir ketika saat itu beliau melihat sekelompok santri hilir mudik ke masjid dan pesantren. Benaknya lantas melayang, membayangkan damai dan indahnya tinggal di kota santri.

Baru baru ini ia mengarang lagu tentang reformasi politik yang berbicara tentang perlunya keadilan dan penegakan hukum. Sayang pihak produser khawatir lagunya yang nyerempet politik itu akan memunculkan kegerahan pihak pihak tertentu. Alasan yang masuk akal, sebab sekitar tahun 1983 silam, lagu suhaemi yang berjudul GEMA SUARA AZAN DI BULAN, sempat memunculkan polemik media massa Jakarta. lagu tersebut mengisahkan tentang Astronout Amerika, Neil Amstrong, yang masuk Islam karena mendengar azan di bulan. Nah ada beberapa pihak yang kebakaran jenggot dengan lagu itu,'' tapi ada hikmahnya juga, iklan gratis''ujar pengarang yang pendidikannya jebolan SGB ini. Dan benar, dalam waktu beberapa minggu, kasetnya ludes di serbu oleh para penggemar lagu qasidah. Banyak juga yang di bajak oleh produser produser gelap.

Suhaemi mengaku tidak punya jiwa bisnis, sehingga hal ihwal pemasaran lagu lagunya ia tidak banyak tahu. Termasuk ia tak pernah mematok harga kepada produser yang membeli lagu ciptaannya. Yang penting, tidak memberatkan dirinya dan tidak merugikan produser. '' kalau saya memikirkan masalah harga, berarti saya sudah menyimpang dari niat saya dalam berda'wah'' ujar suhaemi memberi alasan.

Untuk satu lagu , biasanya beliau menerima Rp.300 ribu dari produser. hal yang sama bila lagunya di cetak ulang. Jika lagunya meledak di pasaran, kadang beliau menerima bonus, seperti lagu KOTA SANTRI itu beliau mendapat TELEVISI dan TAPE. Suhaemi memang berbeda dengan pencipta lagu kondang lain pada umumnya yang bisa makmur dari mencipta lagu. Beliau juga enggan hijrah ke kota besar yang mungkin lebih menjanjikan secara materi. Suhaemi tetap merasa damai tinggal di rumahnya yang setiap waktu harus bising dengan suara kereta api yang lewat disebelah rumahnya. Suami ibu MARSINAH [54 tahun] ini tergolong orang yang sangat sederhana. Bapak 9 orang anak ini tetap menekuni pekerjaan utamanya sebagai PENJAGA POM BENSIN. Ditengah kepulan asap kendaraan bermotor beliau tetap berusaha mengolah jiwa sederhananya. Tatkala jaga malam mengemban amanah yang telah digelutinya selama 34 tahun itu, beliau jarang memejamkan mata sementara teman temanya tertidur pulas tenggelam masing masing dalam mimpinya. Suhaemi lebih suka melewati waktunya dengan merenung,menganyam imajinasinya. Alhasil, lahir beberapa lagu dari sebuah SPBU di Semarang, tempat ia bekerja, antara lain dengan judul BBM. Dalam kondisi apapun beliau bisa mengarang lagu, asal kondisi keluarganya sehat walafiat tak kurang satu apapun. Namun dalam kurun 3 tahun terakhir, beliau sempat vakum mencipta lagu, Beliau kecewa berat, lantaran produser yang menjanjikan bonus NAIK HAJI, tak merealisasikan janjinya itu. Berkat dorongan kawan kawan dan keinginannya untuk tetap berdakwah, beliau kembali bangkit berkarya. Kini beliau tengah merilis album bersama produser barunya mempersembahkan lagu lagu qasidah ala Jawa yang diharapkan mampu memberi pilihan variasi musik di telinga pendengar setianya '' Masyarakat menuntut kita terus kreatif menciptakan lagu lagu bernuansa beda dengan Era emas qasidah beberapa saat lalu'' Beliau sudah menyiapkan nama bagi group qasidah barunya ; SYOUTUL JIHAD yang berarti SUARA PERJUANGAN.

Kehandanlan Suhaemi dalam mencipta lagu, sempat mengundang keheranan seorang intelektual budaya sebuah perguruan tinggi di Semarang. Menurut pakar itu, syair syair bersastra tinggi seperti ciptaan Suhaemi, tentu lahir dari seorang berpendidikan tinggi. padahal jangankan mengecap pendidikan musik normal, not balokpun Suhaemi tidak paham. Malah ada sebuah lagu yang dianggap syairnya sangat bagus, sehingga ahli sastrapun tak mampu membuat sebagus itu. '' Jelas saja,wong syairnya itu saya kutip dari Alquran, ujar Suhaemi.

Alquran memang menjadi pedoman bagi beliaub dalam berkarya. Maka tak heran jika beliau protes keras terhadap pencipta lagu yang banyak mengedepankan syair syair yang berbau keduniawian dan maksiat. Lewat seni apa saja, mestinya para seniman harus mengajak kepada kebaikan, akhlaqul karimah,peningkatan iman dan taqwa. Bukannya menebar maksiat lewat seni.

[ catatan dari Admin NR FRIENDZ] Kini SOSOK SEDERHANA itu sekarang telah tiada, sudah kembali keharibaan sang pencipta alam ini, bapak SUHAEMI telah berpulang keRahmatullah pada bulan Ramadhan 1433 Hijriyah/ 26 juli 2012 kemaren , di Kaliwungu Kendal Jawa Tengah, semoga seluruh amal bhaktinya di terima oleh Allah Swt.Aminn...]

Sebuah ajakan simpatik yang berkait erat mimpi terwujudnya KOTA SANTRI dambaan Suhaemi dan dambaan kita semua, seperti yang terukir dalam syair ini


SUASANA DI KOTA SANTRI.....,ASYIK SENANGKAN HATI.....TIAP PAGI DAN SORE HATI...MUDA MUDI BERBUSANA RAPI....MENYANDANG KITAB SUCI
HILIR MUDIK SILIH BERGANTI....PULANG PERGI MENGAJI..... 









DIKUTIP DARI ; SUARA HIDAYATULLAH 10/XI/PEBRUARI 1999
DIDOKUMENTASIKAN OLEH ; Mas CHOLIQ ZAIN [General Manager Nasida Ria]
DiTULIS KEMBALI OLEH ; ISYA ANSHORY HARMAJ
[ ADMIN NASIDA RIA OUTBOX & FANSPAGE NASIDA RIA FRIENDZ]

MOHON COPYPASTE ANDA DI SERTAKAN SUMBER DATA INI, terimakasih
 

2 komentar:

  1. Syukron atas informasinya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama2 mas Ghofur, trimkasih sdah mnjadi pemerhati grup2 qasidah indonesia, trus dukung kami ,jazakallah

      Hapus